PENDEKATAN DALAM BELAJAR MENGAJAR

Pada awal ini saya berbagi kepada teman - teman sekalian tentang Pendekatan Pendekatan Dalam Belajar yang cock digunakan pada Kurikulum 2013

Langsung saja sob...................>>>>>>>>>>

Pendekatan Dalam Belajar Mengajar
Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, didalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu.
Dilihat dari pendekatanya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu:
  1. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa (Student Centered Approach)
  2. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru (Teacher Centered Approch).
  3. Metode pembelajaran dapat di artikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah di susun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Macam-macam metode pembelajaran:

1. Ceramah
2. Demonstrasi
3. Diskusi
4. Simulasi
5.  Laboratorium
6.  Pengalaman Lapangan
6. Brainstorming
7.  Debat
8.  Simposium
  •  Ket :
a. Metode Ceramah dan Demonstrasi termasuk dalam kategori pendekatan yang berpusat pada guru.
        b. Metode Diskusi, Simulasi, Laboratorium, Pengalaman Lapangan, Brainstorming, debat, dan Simposium termasuk dalam kategori pendekatan yang berpusat pada siswa.

Macam  - Macam Pendekatan

1. Pendekatan Penemuan (inkuiri)
           
Dimana mendorong siswa untuk melibatkan diri secara aktif dalam proses belajar mengajar dengan melakukan kegiatan penelitian secara sederhana. Kegiatan tersebut dapat berupa kegiatan mengumpulkan data melalui pengamatan, mencatat dan menafsirkan data, serta mengambil kesimpulan. Kesimpulan ini berupa pengetahuan yang harus dimiliki siswa misalnya konsep, prinsip, kaidah atau penjelasan mengenai satu benda atau peristiwa. Beberapa metode dapat digunakan secara terpadu dalam pendekatan inkuiri misal: Metode eksperimen, widyawisata, diskusi, tanya jawab dan lain-lain

2. Pendekatan Konsep

Konsep ini dipusatkan pada pengembangan konsep dengan menggunakan berbagai metode yang sesuai, dimana penting untuk mencegah diajarkannya fakta yang terlepas-lepas sehingga kurang bermakna. Secara umum pembelajaran ini dilaksanakan sebagai berikut:

“Siswa melakukan kegiatan pengamatan (dengan satu atau lebih indera) untuk mengumpulkan berbagai informasi, mencatat dan memilih informasi yang sesuai serta menafsirkannya, dan digeneralisasikan berupa konsep”

3. Pendekatan keterampilan proses

Dimana menekankan penggunaan keterampilan proses dalam pembelajatan. Keterampilan proses berguna bagi siswa untuk memperoleh, mengembangkan dan menerapkan konsep. Keterampilan proses meliputi keterampilan mengamati, menafsirkan hasil pengamatan atau informasi, berkomunikasi hasil pengamatan atau informasi, berkomunikasi, mengajukan pertanyaan, merancang dan merencanakan kegiatan terutama kegiatan eksperimen serta menerapkan konsep. Pendekatan ini selalu digunakan bersama-sama dengan pendekatan konsep. Pendekatan ini lebih cocok untuk digunakan pada penyusunan program mata pelajaran ilmu Pengetahuan alam dalam GBPP.

4. Pendekatan Pemecahan Masalah

 Pendekatan ini memberikan kesempatan pada siswa untuk mengenali masalah, menyusun berbagai gagasan atau kemungkinan pemecahan masalah. Merencanakan dan melaksanakan cara memecahkannya serta mengkomunikasikan hasilnya

5. Pendekatan deduktif Induktif

Disini siswa menarik kesimpulan dari sejumlah fakta yang berhubungan satu sama lain yang diperoleh melalui pengamatan atau cara lain yang diperoleh melalui pengamatan atau cara lain. Sebaliknya, pendekatan deduktif menghadapkan siswa pada sesuatu yang berlaku umum lebih dahulu misalnya yang berupa konsep, prinsip atau hukum kemudian mengumpulkan berbagai fakta yang mendukung pernyataan tersebut. Pendekatan ini lazimnya untuk Matematika, IPS dan IPA.

6. Pendekatan Sejarah

Dimaksudkan untuk menunjukan kepada siswa bahwa ilmu berkembang berkat ketekunan para ilmuwan. Disini kita mengarahkan siswa agar berfikir secara ilmiah, tekun dan ulet dalam belajar. Pendekatan ini berguna dalam memberikan dorongan kepada siswa untuk berfikir secara ilmiah, tekun dan ulet dalam belajar. Cocok diaplikasikan untuk kelompok pelajaran IPA, IPS dan Matematika

7. Pendekatan Nilai

Ditekankan lebih kepada nilai moral, estetika dan sebagainya yang terkandung dalam pelajaran Agama, PKn, Bahasa, IPA, IPS, Kertakes dan Mulok

8. Pendekatan Komunikatif

Pendekatan ini mengutamakan pembelajaran bahasa pada pemahaman dan keterampilan penggunaan bahasa secara nyata dan wajar. Pembelajaran ini menciptkana kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa berkomunikasi untuk pelbagai tujuan dan keadaan

9. Pendekatan Tematik

Pendekatan ini digunakan dalam pengembangan dan perluasan bahan kajian melalui tema-tema dan meliputi berbagai aspek kehidupan siswa yang menjadi pemersatu aspek kehidupan siswa yang menjadi pemersatu kegiatan belajar. Tema dalam Bahasa Indonesia digunakan sebagai pemersatu kegiatan belajar dalam pengembangan kemampuan berbahasa yaitu keterampilan membaca, menulis, mendengarkan dan berbicara serta penguasaan kosakata dan struktur. Pendekatan ini juga digunakan dalam mata pelajaran PKn. Pendekatan ini digunakan baik dalam penyusunan program maupun dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.


 Metode Mengajar

Dalam memilih metode pengajaran guru dapat memilih dan menentukkannya lewat analisis terlebih dahulu terhadap beberapa faktor yaitu:
  1.  Kemampuan guru
  2. Tujuan Pembelajaran
  3. Kekhasan bahan pelajaran
  4. Keadaan sarana dan prasarana
  5. Keadaan siswa
  6. Asas pengembangan kurikulum.


Metode-metodenya yakni:
1. Metode penugasan

Metode ini merupakan suatu cara pemberian kesempatan kepada siswa untuk melaksanakan tugas berdasarkan petunjuk langsung yang telah dipersiapkan guru. Dalam melaksanakan tugas ini siswa dapat memperoleh pengalaman secara langsung dan nyata. Tugas dapat diberikan secara berkelompok atau perorangan. Dimaksudkan untuk mengembangkan keterampilan dan pembasaan untuk kerja mandiri serta sikap jujur.

2. Metode eksperimen

Yaitu suatu cara memberikan kesempatan kepada siswa secara perseorangan atau kelompok untuk berlath melakukan suatu proses percobaan secara mandiri. Melalui metode ini siswa sepenuhnya terlibat, antara lain dalam merencanakan eksperimen, menemukan fakta, mengumpulkan data, menarik kesimpulan, merumuskan konsep, prinsip atau hukum. Selanjutnya siswa pun dapat melakukan pengujian atau pembuktian terhadap prinsip yang telah ditemukan melalui eksperimen verifikatif. Ini berguna untuk mengembangkan sikap ilmiah siswa.

3. Metode proyek

Dimana merupakan suatu cara memberikan kesempatan kepada siswa untuk menghubungkan dan mengembangkan sebanyak mungkin pengetahuan yang telah diperoleh dari berbagai mata pelajaran. Metode ini membahas suatu tema atau unit pelajaran dimana diharapkan siswa dapat dilatih baik secara individual maupun kelmpok untuk menelaah suatu materi pelajaran dengan wawasan yang lebih luas, memantapkan penghargaan terhadap lingkungan, meningkatkan penghargaan terhadap lingkungan, memahami dan berupaya memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari, serta menyalurkan minat yang memungkinkan baik dilihat dari segi waktu atau bahan pelajaran dari berbagai mata pelajaran.

4. Metode diskusi

Yaitu suatu cara penguasaan bahan pelajaran melalui wahana tukar pendapat dan informasi berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang telah diperoleh guna memecahkan suatu masalah, memperjelas sesuatu bahan pelajaran dan mencapai kesepakatan. Dalam metode ini pengembangan berpusat pada, keterampilan bertanya, mengemukakan pendapat, sikap-sikap kritis, skeptis, toleran, kemampuan mengendalikan emosi dan sebagainya dapat dibina melalui penggunaan metode ini. Muhibbin, menambahkan bahwa dalam diskusi ini ada beberapa macam yaitu:

·         Diskusi Informal

Diskusi ini aturannya lebih longgar karena tidak resminya dan kelompoknya tidak terbatas, bahkan satu orang bisa tampil sebagai pemimpin tanpa pembantu atau wakil, contohnya diskusi keluarga.

·         Diskusi formal

Dimana diskusi ini sangat ketat aturannya, memiliki tata tertib dan jumlah peserta diskusi jauh lebih banyak bahkan dapat melibatkan hampir seluruh kelas. Terdapat pemimpin (moderator) dan sekretais (notulen). Notulen ini berisi pertanyaa, jawaban, sanggahan, saran dan kesimpulan dalam diskusi. Ekspresi spontan dilarang karena tiap peserta bila hendak bicara harus seizin moderator untuk menjamin ketertiban lau lintas diskusi.

·         Diskusi Panel
“Panel” artinya sekelompok pembicara yang dipilih untuk berbicara. Dan kelompok penonton ada yang menjadi peserta aktif yang bisa bertanya, menyanggah dan kelompok non-aktif yang hanya berfungsi sebagai mustamiin saja. Aturan ynag dibuat sama ketatnya dengan diskusi formal.

·         Diskusi Simposium

Diskusi ini hampir sama dnegan diskusi lain, perbedaannya terletak pada agenda masalah simposium disampaikan oleh seorang pemrasaran atau lebih. Pemrasaran ini secara bergilir menyampaikan uraian pandangannya mengenai topik yang sama atau salah satu aspek dari topik yang sama.

Metode diskusi juga mempunyai kelemahan yaitu:
  • Jalannya diskusi sering didominasi siswa yang pandai dan mengurangi kontribusi partisipan lain
  • Jalannya diskusi cenderung terpengaruh masalah menyimpang dari inti sehingga pertukaran pikiran menjadi asal-asalan dan bertele-tele
  • Boros waktu dan tidak sesuai dengan prinsip efisiensi (Barlow,1985;Daradjat 1985.).

5. Metode widyawisata

Metode ini ialah suatu cara penguasaan bahan pelajaran melalui pembelajaran langsung diobjek yang akan dipelajari yang berada diluar kelas atau dilingkungan kehidupan nyata. Metode ini diterapkan bila objek yang akan dipelajari hanya terdapat di daerah tertentu saja. Berguna memberikan variasi belajar, lebih tertarik terhadap pelajaran yang disajikan sehingga terangsang untuk mencari informasinya dibuku, dan media lainnya. Namun metode ini memerlukan perencanaan yang matang, pelaksanaan yang efisien dan efektif dan memiliki kegiatan tindak lanjut berupa laporan, diskusi, deklamasi, pameran sederhana atau evaluasi.
Metode karya wisata adalah suatu metode mengajar yang dirancang terlebih dahulu oleh pendidik dan diharapkan siswa membuat laporan dan didiskusikan bersama dengan peserta didik yang lain serta didampingi oleh pendidik, yang kemudian dibukukan.


6. Metode tanya jawab
Yaitu suatu penyajian bahan pengajaran melalui berbagai bentuk pertanyaan yang dijawab siswa. Metode ini sering digunakan dalam proses belajar mengajar siswa bersamaan dengan metode lain, tanya jawab dapat dilakukan di awal, tengah atau akhir pelajaran. Berguna untuk mengetahui sejauh mana anak memahami pelajaran .

7. Metode latihan

Yaitu berupa pemberian kesempatan kepada siswa untuk berlatih melakukan suatu keterampilan tertentu berdasarkan penjelasan dan petujuk guru. Melalui metode ini dapat dikembangkan keterampilan melalui pembiasaan.

8. Metode ceramah

Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Muhibbin Syah, (2000). Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis untuk menyampaikan informasi, dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham siswa.
000)

9. Metode pameran

Metode ini digunakan untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyajikan dan menjelaskan apa yang telah dipelajarinya. Pameran yang dimaksud dapat berupa pameran kelas atau pameran sekolah dengan memamerkan grafik, model, alat atau gambar ukiran, patung, tanaman dan hasil karya lainnya dibuat oleh siswa. Metode ini bisa sebagai kegiatan puncak dari serangkaian kegiatan lain yang menggunakan metode widyawisata atau proyek.

10. Metode Permainan

Yaitu suatu cara penyajian bahan pelajaran melalui berbagai bentuk permainan. Bisa berupa teka-teki, papan bergambar (sejenis ular tangga), kotak rahasia, kartu gambar yang dibuat siswa atau guru. Metode ini bertujuan memberikan pengalaman, motivasi, berlatih mengambil keputusan dan pengendalian emosi bila menang atau kalah.

11. Metode cerita

Yaitu suatu cara penanaman nilai-nilai kepada siswa dengan mengungkapkan kepribadian tokoh-tokoh melalui penuturan hikayat, legenda, dongeng dan sejarah lokal. Metode ini dapat digunakan untuk membantu penghayatan nilai dan moral serta pembentukan sikap. Hal ini terjadi karena metode ini lebih mudah untuk membawa emosi siswa ke suasana cerita sehingga siswa menjadi tertarik dan mungkin terharu sehingga akan mempermudah pembentukan sikap.

12. Metode Simulasi

Metode simulasi adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran melalui kegiatan praktek langsung tentang pelaksanaan nilai-nilai, penerapan pengetahuan dan keterampilan yang berlangsung dalam kehidupan sehari-hari. Metode ini dapat mengembangkan pemahaman pengetahuan dan penghayatan siswa terhadap sikap dan nilai yang berlaku di masyarakat.

13. Metode resitasi ( Recitation method
 )


Metode resitasi adalah suatu metode mengajar dimana siswa diharuskan membuat resume dengan kalimat sendiri (http://re-searchengines.com/art05-65.html).


Entri Unggulan

SAPAAN DARI GURU GURU SMA NEGERI 2 TOMA

Salam Baik Buat Semua Kepada Pengunjung Blog SMA Negeri 2 Toma, Ya'ahowu...! Guru-guru SMA Negeri 2 Toma

Telusuri Berita

Random Posts

    Recent Posts

    Populer Posts

    test